Jumat, 23 November 2018

,

(Crash) Aduh dek jangan lari-lari di jalan, jadinya lecet kan!│Himbauan untuk para orang tua agar selalu menjaga anaknya dari lalu lintas kendaraan.

Fase anak-anak merupakan fase yang paling aktif dari fase pertumbuhan manusia. Anak-anak selalu ingin bermain dan mencari tahu sesuatu sesuka hatinya, tetapi perlu di ketahui anak-anak belum bisa bijak dalam bersikap. Kematangan berpikir mereka belumlah cukup dalam memikirkan segala resiko dari tindakkan yang mereka lakukan. Oleh karena itu peran orang tua sangatlah penting untuk selalu menjaga mereka dimanapun dan kapanpun, termasuk menjaganya agar tidak bermain di sekitar lalu lintas kendaraan.

Ilustrasi, sumber: www.thougtout.com


Saya pribadi memiliki pengalaman yang kurang mengenakkan terkait hal di atas dan semoga bisa kita jadikan pelajaran bersama melalui tulisan saya kali ini.

Satu hari yang lalu tanpa sengaja saya menabrak anak kecil yang berlari menghampiri motor saya. Kejadian berlangsung di jalan depan TK (Taman Kanak-kanak) yang lokasinya berada di dalam kampung. Jarak tempat kejadian dan rumah saya sekitar 4 Kilometer, sayapun sering melalui jalan tersebut setiap berangkat dan pulang kuliah.

Kronologisnya seperti ini, saya mengendarai motor Vixion hendak mengarah pulang dari tempat kuliah. Kemudian dari berbagai rute yang saya lalui, tiba giliran untuk melewati jalan kampung tersebut. Saya berkendara pelan, karena saya tahu itu adalah jalan kampung. Tapi ketika motor saya melewati gerbang depan TK tiba-tiba ada anak kecil yang berlari ke arah motor saya. Tak sempat mengerem sempurna, alhasil anak itu tertabrak roda depan motor dan terjatuh dengan posisi tersungkur. Bahan jalan yang terbuat dari konblok membuat kaki anak itu lecet dan sedikit memar di kaki dan tangannya.
 
Ilustrasi, sumber: www.gymnastic4hire.edu



Setelah kecelakaan tersebut saya turun dari motor untuk bertanggung jawab, dan ikut menemani bersama guru TK nya ke Bidan terdekat. Kemudian setelah lukanya di obati dengan obat luar, sayapun meminta resep antibiotik untuk anak tersebut agar lukanya cepat kering. Sementara itu Ayahnya datang dan mengecek juga kondisi anaknya. Setelah selesai di obati dan di buatkan resep antibiotiknya oleh bidan biaya berobat anak itu saya ganti karena saya iba dengan kondisi anak tersebut.

Anak itupun di bawa lagi oleh gurunya ke tukang urut dan saya memilih untuk menyelesaikan masalah ini untuk pergi ke rumah orang tuanya. Tibalah saya di rumah orang tuanya, alhamdulillah suasana obrolanpun berlangsung kondusif, masalah bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan. Saya di minta untuk memberitahu data diri (KTP) dan kontak WA yang bisa di hubungi, karena khawatir ada hal yang tidak di inginkan akan terjadi pada anaknya. Sayapun menyanggupi, karena saya yakin anaknya tidak luka berat dan insyaallah tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan. Sampai hari ini Alhamdulillah tidak ada info yang mengkhawatirkan yang datang pada saya. Ya, saya berdoa semoga anak tersebut cepat di beri kesembuhan atas lukanya. Aamiin.

Jadi kurang lebih begitulah kronologis kejadian dari saat kecelakaan hingga bertemu dengan orang tua anak tersebut. Dari kejadian di atas masih ada hal tambahan  yang ingin saya sampaikan kepada readers dan mungkin bisa di jadikan sebagai masukan.

Sebaiknya orang tua tidak membolehkan anaknya bermain di jalanan yang banyak lalu lintas kendaraan.
Banyak orang tua yang sengaja membiarkan anaknya bermain di jalanan berdasarkan pengalaman saya saat berkendara, perlu di perhatikan meskipun jalanan ada di dalam kampung, tetapi jalan tetaplah tempat bagi para pengendara bermotor berlalu lalang, apalagi jika jalan kampung itu adalah  jalan transisi ke jalan raya (seperti TKP di atas), tentu memiliki resiko kecelakaan yang tinggi karena banyak kendaraan keluar masuk. Maka dari itu orang tua perlu mengawasi dengan ketat aktivitas bermain anak dan ajarkan mereka untuk selalu berhati-hati jika berada di lingkungan jalan. Karena seperti pengalaman saya di atas meskipun motor melaju pelan di bawah 20 Kpj tetap saja di bandingkan dengan tubuh anak yang masih kecil tak akan bisa menahan benturan yang terjadi. Apalagi motor bertipe besar seperti Vixion. Jadi awasi anak-anak agar tidak bermain di jalanan. Orangtua bisa mencari solusi agar anaknya betah bermain di rumah, tentunya hal itu bisa menjauhkan anak dari resiko kecelakaan.

Jangan melimpahkan keseluruhan tanggung jawab menjaga anak kepada guru-gurunya di sekolah.
Meskipun anak-anak sedamg melakukan kegiatan belajar di sekolah, tetapi tanggung jawab tidak bisa seluruhnya di limpahkan pada guru-guru. Orang tua tetap harus memantaunya dari jarak jauh apalagi anak tesebut masih di tingkatan yang terhitung fisiknya belum kuat yaitu Taman Kanak-Kanak. Berkaca dari pengalaman saya di atas, guru anak tersebut bilang kalau jam belajarnya sudah habis dan tidak ada yang menjaga. Jika saja dari awal orang tuanya tidak telat menjemput dan menjaganya dengan baik, tidak mungkin anak tersebut berlari ke tengah jalan. Hendaknya orang tua perlu menutup celah kemungkinan-kemungkinan tersebut supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Meskipun yang menabrak adalah saya sebagai pengendara motor, tapi kesalahan tidak bisa di limpahkan sepenuhnya kepada saya, karena faktanya saya tidak suka kebut-kebutan dan sudah berkendara pelan mematuhi norma masyarakat yang berlaku, namun apa boleh buat meskipun motor melaju secara pelan, namun karena bobotnya besar gaya yang di ciptakan tidak akan mampu di redam oleh anak-anak. Dalam kejadian ini peran orang tua harus ikut bertanggung jawab karena tidak mengawasi anaknya supaya tidak lari-larian ke tengah jalan. Jadi perlu di tekankan kembali bahwa anak adalah tanggung jawab orang tua, bukan orang lain. Orangtua harus bisa mencegah hal-hal negatif yang bisa terjadi pada anak. Maka dari itu orang tua harus cekatan dengan aktivitas anak-anaknya, ajarkan mereka bagaimana cara bersikap ketika berada dalam lau lintas agar selalu berhati-hati dan tidak teledor.


Pada dasarnya saya sudah merasa berhati-hati saat berkendara, tetapi musibah datangnya tidak di duga-duga, semoga bisa di jadikan pelajaran baik bagi diri saya sendiri, para pengendara, maupun para orang tua agar lebih berhati-hati lagi terkait hal yang sudah di bahas di atas. Sekian, terimakasih.
Share:

0 comments:

Posting Komentar