Minggu, 21 Februari 2021

Memahami perilaku sosial manusia


Definisi perilaku sosial

Perilaku merupakan perbuatan/ tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan, dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya. Adapun sosial adalah keadaan yang di dalamnya terdapat kehadiran orang lain. Dengan demikian, perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yaitu cara orang berpikir, merasa, dan bertindak karena kehadiran orang lian. Hal ini dapat juga diartikan sebagai sikap membutuhkan orang lain.

Menurut Krech, Crutchfield, dan Ballachey, perilaku sosial seseorang tampak dalam pola respons antarorang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antarpribadi.

Menurut Baron dan Byrne, perilaku sosial identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain. Perilaku itu ditunjukakkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain.

Berdasarkan uraian di atas dapat diartikan juga bahwa manusia sebagai pelaku dari perilaku sosial tidak dapat hidup tanpa orang lain. Artinya, manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain.

Faktor-faktor pembentuk perilaku sosial

Beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan sosial adalah faktor kepribadian seseorang, faktor lingkungan, dan faktor budaya. Menurut Casare Lombrosso, faktor yang memengaruhi perilaku, yaitu faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosiologis.

Menurut Lawrence Green, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor.

a. Predisposisi (predis posing faktors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya.

b. Penudukung (enabling faktors) yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya sarana.

c. Pendorong (reinforcement faktors) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan, dan lain-lain.

Baron dan Byrne menyebutkan empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu:

a. perilaku dan karakteristik orang lain,

b. proses kognitif,

c. faktor lingkungan,

d. tatar budaya sebagai tempat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi.

Bentuk dan jenis perilaku sosial

Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap sosial dinayatakan oleh cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap objek sosial yang menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku, yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu objek sosial. Selanjutnya, berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok akan terlihat jelas di antara anggota kelompok lainnya. Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respons antarpribadi berikut.

a. Kecenderungan perilaku peran

1) Sifat pemberani dan pengecut secara sosial.

2) Sifat berkuasa dan sifat patuh.

3) Sifat inisiatif secara sosial dan pasif.

4) Sifat mandiri dan bergantung.

b. Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial.

1) Dapat diterma atau ditolak oleh orang lain.

2) Suka bergaul dan tidak suga bergaul.

3) Sifat ramah dan tidak ramah.

4) Simpatik atau tidak simpatik.

c. Kecenderungan perilaku ekspresif

1) Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja sama).

2) Sifat agresif dan tidak agresif.

3) Sifat kalem atau tenang secara sosial.

4) Sifat suka pamer atau menonjolkan diri.

Artinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai manusia yang hidup bermasyarakat, manusia harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin hidup sendirian. Untuk itu, menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteaksi antarindividu, antarindividu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat.


Share:

0 comments:

Posting Komentar