Selasa, 04 Maret 2025

Noraknya, begini ya rasanya naik pesawat!

Masih tentang tour 3 negara malaysia-singapura-thailand, berkat perjalanan ini aku bisa merasakan pertama kali naik pesawat terbang. Pengalaman berharga, 28 tahun hidup di dunia baru ini merasakan terbang dengan pesawat. Padahal dulu sempat terbesit tidak akan mau naik pesawat karena banyak sekali berita-berita tentang pesawat jatuh, menghilang, ataupun crash.




Berangkat dari sekolah pukul 13.00 guru-guru di angkut menggunakan mobil hi-ace yang sela-sela kursinya sangat sempit dan sampai di CGK (sebutan untuk bandara soekarno hatta) pukul 15.00.

Sebagai pendamping banyak yang harus diurus sebelum keberangkatan mulai dari membagikan name tag, itenerary book, makanan, cek paspor dll. Waktupun tak terasa mendekati keberangkatan pukul 18.35, sempat lama di bagian check in.

Berada di boarding pass, aku sudah meraba-raba bagaimana rasanya nanti ketika masuk pesawat nanti. Dengan percaya diri ketika pesawat tiba aku mulai menggiring anak-anak menuju antrian. Melewati lorong-lorong yang estetik dan akhirnya menuju lorong fleksibel menuju pintu pesawat. Disambut pramugari air asia yang menanyakan tujuan “Flight to Johor bahru?” akupun hanya terdiam dan senyum. Karena kurang jelas mendengar perkataannya ditambah banyak orang juga antri masuk dibelakang. Akhirnya dia menanyakan ulang dan akupun bilang “yes!”.

Dipermudah memasukan tas ke kabin karena memang tujuanku dari awal tidak mau ribet dengan barang bawaan. Aku duduk di kursi 9C. Ukuran kursinya lumayan nyaman untuk tubuhku yang besar. Tapi seat beltnya kurang panjang. Huh, mungkin tubuh ini memang sudah terlalu besar. Akhirnya bisa di “klik” meski sedikit dipaksa. Karena aku agak parno juga ketika take off nanti akan seheboh apa.

Pesawat memutar cukup lama mungkin 10 menitan untuk berada di posisi siap take off. Beberapa saat kemudian lampu dimatikan, jet engine mulai mengisi dan wooshh... hembusan angin serta mesin mulai berisik. Lampu landasan mulai berubah menjadi tunnel vision. Tubuh sedikit terdorong oleh G-force dan perlahan-lahan seperti kita semua seperti diangkat keatas. Wow, luar biasa! Dibawa terbang dengan kecepatan di atas 900kpj. Beberapa manuver sebelum memasuki ketinggian stagnan membuat sensasi terbang cukup seru.

Menginjak ketinggian yang stabil pramugari mulai berkeliling menawarkan makanan yang harganya mahal-mahal sekali. Tak ada kendala selama penerbangan hanya saja dipernebangan perdanaku ini kupingku sakit sekali karena perbedaan tekanan udara di pesawat.

Mau tidur tak bisa perjalanan dipenerbangan singkat itu, hingga pramugari mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan landing.

Bersiap mengenakan belt lagi yang sempat aku lepas tadi. Boom! Hentakan yang lumayan kasar oleh pesawar air asia. Alhamdulillah, selamat sampai Johor bahru. Puji syukur kepada Allah karena aku bisa naik pesawat, dengan begini akulah di keluarga Santoso yang perdana naik pesawat. Norak ya, tapi ini adalah pencapaian yang patut di syukuri juga J

Share:

Related Posts:

1 komentar:

  1. Syukurlahhh pengalaman naik pesawat memang patut di syukuri dan diapresiasi dengan rasa syukur dan bahagia, karena gak semua orang memang berani naik pesawat, faktor lain juga materi, kebutuhan, dan lainnya. Sekarang pun aku juga sudah 28 tahun, lagi rindu perjalanan jauh naik pesawat karena sudah lama enggak flight lagi, semoga bisa menyusul yah liburan dengan penerbangan di pesawat hehe :)

    BalasHapus