Masih tentang tour 3 negara malaysia-singapura-thailand, berkat perjalanan ini aku bisa merasakan pertama kali naik pesawat terbang. Pengalaman berharga, 28 tahun hidup di dunia baru ini merasakan terbang dengan pesawat. Padahal dulu sempat terbesit tidak akan mau naik pesawat karena banyak sekali berita-berita tentang pesawat jatuh, menghilang, ataupun crash.
Berangkat dari sekolah pukul
13.00 guru-guru di angkut menggunakan mobil hi-ace yang sela-sela kursinya sangat
sempit dan sampai di CGK (sebutan untuk bandara soekarno hatta) pukul 15.00.
Sebagai pendamping banyak yang
harus diurus sebelum keberangkatan mulai dari membagikan name tag, itenerary
book, makanan, cek paspor dll. Waktupun tak terasa mendekati keberangkatan
pukul 18.35, sempat lama di bagian check in.
Berada di boarding pass, aku
sudah meraba-raba bagaimana rasanya nanti ketika masuk pesawat nanti. Dengan
percaya diri ketika pesawat tiba aku mulai menggiring anak-anak menuju antrian.
Melewati lorong-lorong yang estetik dan akhirnya menuju lorong fleksibel menuju
pintu pesawat. Disambut pramugari air asia yang menanyakan tujuan “Flight to
Johor bahru?” akupun hanya terdiam dan senyum. Karena kurang jelas mendengar
perkataannya ditambah banyak orang juga antri masuk dibelakang. Akhirnya dia
menanyakan ulang dan akupun bilang “yes!”.
Dipermudah memasukan tas ke kabin
karena memang tujuanku dari awal tidak mau ribet dengan barang bawaan. Aku
duduk di kursi 9C. Ukuran kursinya lumayan nyaman untuk tubuhku yang besar. Tapi
seat beltnya kurang panjang. Huh, mungkin tubuh ini memang sudah terlalu besar.
Akhirnya bisa di “klik” meski sedikit dipaksa. Karena aku agak parno juga
ketika take off nanti akan seheboh apa.
Pesawat memutar cukup lama
mungkin 10 menitan untuk berada di posisi siap take off. Beberapa saat kemudian
lampu dimatikan, jet engine mulai mengisi dan wooshh... hembusan angin serta
mesin mulai berisik. Lampu landasan mulai berubah menjadi tunnel vision. Tubuh
sedikit terdorong oleh G-force dan perlahan-lahan seperti kita semua seperti
diangkat keatas. Wow, luar biasa! Dibawa terbang dengan kecepatan di atas
900kpj. Beberapa manuver sebelum memasuki ketinggian stagnan membuat sensasi
terbang cukup seru.
Menginjak ketinggian yang stabil
pramugari mulai berkeliling menawarkan makanan yang harganya mahal-mahal
sekali. Tak ada kendala selama penerbangan hanya saja dipernebangan perdanaku
ini kupingku sakit sekali karena perbedaan tekanan udara di pesawat.
Mau tidur tak bisa perjalanan
dipenerbangan singkat itu, hingga pramugari mengumumkan bahwa sebentar lagi
pesawat akan landing.
Bersiap mengenakan belt lagi yang
sempat aku lepas tadi. Boom! Hentakan yang lumayan kasar oleh pesawar air asia.
Alhamdulillah, selamat sampai Johor bahru. Puji syukur kepada Allah karena aku
bisa naik pesawat, dengan begini akulah di keluarga Santoso yang perdana naik
pesawat. Norak ya, tapi ini adalah pencapaian yang patut di syukuri juga J
Syukurlahhh pengalaman naik pesawat memang patut di syukuri dan diapresiasi dengan rasa syukur dan bahagia, karena gak semua orang memang berani naik pesawat, faktor lain juga materi, kebutuhan, dan lainnya. Sekarang pun aku juga sudah 28 tahun, lagi rindu perjalanan jauh naik pesawat karena sudah lama enggak flight lagi, semoga bisa menyusul yah liburan dengan penerbangan di pesawat hehe :)
BalasHapus