Jumat, 09 Desember 2022

Rupawan dari luar, tapi lembek di dalam. Here it is strawberry generation!

 


Strawberry terlihat cantik dan menawan dari luar, tapi sayang dalamnya mudah hancur dan terkoyak. Istilah strawberry generation adalah penggambaran generasi yang lahir oleh orang tua yang sejahtera dari segi finansialnya. Biasanya mereka berasal dari orang tua yang sudah memiliki rumah, mobil, atau properti mewah lainnya, dan di topang pendidikannya paling tidak sampai S1 atau S2.

Mereka terbiasa hidup dengan kemudahan dan jarang memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiri. Berbagai aspek kehidupannya sudah di bantu oleh orang tuanya. Bahkan keputusan-keputusan dalam hidupnya biasanya tidak mereka tentukan sendiri melainkan dari keinginan orang tuanya mulai dari pendidikan bahkan sampai ke jenjang pernikahan. Sebab itulah strawberry generation memiliki persepi fixed mindset bukan growth mindset.

Fixed mindset adalah sudut pandang dimana seseorang mudah sekali mengalami depresi dari masalah-masalah yang ia hadapi karena memiliki sikap yang tidak bisa berkembang dengan permasalahn kehidupan. Jarang mengalami kesulitan membuat strawberry generation tidak mandiri dan membuat mereka bergantung pada orang lain tiap kali memiliki masalah. Psikisnya rentan sekali goyah dan stress. Sifat optimistis yang sangat kurang membuat mereka tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk menjawab persoalan kehidupan. Hal ini di sebabkan karena mereka terbiasa di berikan kunci jawaban (dukungan finansial/ relasi orang tua) oleh orang tuanya dalam setiap masalah yang ada sehingga mereka akan kesulitan jika harus menghadapi masalah sendirian.

Sedangkan growth mindset adalah sikap seseorang yang terbiasa mandiri dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan entah itu dari segi akademis, sosial, pekerjaan dll. Mereka bisa menghadapi tekanan-tekanan dari tiap masalah yang ada karena sudah terlatih untuk menyelesaikan sendiri. Sehingga muncul sikap seperti "hati baja" yang tidak mudah pesimis dan cengeng. Mereka selalu bisa beradaptasi dengan masalah-masalah baru karena memiliki pondasi yang kuat, terbentuk dari masa-masa sulit yang dihadapi sebelumnya.

Generasi ini di anggap mudah baper, sedikit-sedikit menyalahkan orang atau lingkungan. Previllage membuat mereka tidak peka dalam bersosial. Kurangnya simpati dan empati karena biasa diperlakukan lebih. Belum lagi gaya hidup "healing" yang katanya menurunkan tingkat stress mereka membuat generasi terkesan hedonis dan sangat lembek.

Tapi, meski begitu mereka juga punya sisi positif yakni lebih paham dengan tekhnologi, berpikiran terbuka, kreatif dan memiliki ide-ide yang baru mengikuti perkembangan zaman. Jadi, apabila generasi ini memiliki pondasi yang baik dan kuat dari segi mental. Maka bukan tidak mungkin generasi ini akan membawa lebih banyak manfaat di masyarakat nantinya.

Share:

0 comments:

Posting Komentar